“Light Up The Dream”: Sinergi Pemkab Tabanan dan PLN dalam Membawa Terang untuk Masyarakat Prasejahtera
NEWS SINGASANA– Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur di Bali, akses listrik masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan bersama PT PLN (Persero) berkomitmen untuk memperluas pemerataan listrik melalui program “Light Up The Dream” (LUTD). Program ini memberikan sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera, membuka peluang baru bagi peningkatan kualitas hidup, pendidikan, dan perekonomian masyarakat.
Listrik sebagai Fondasi Kemajuan Masyarakat
Kehadiran listrik bukan sekadar tentang penerangan di malam hari, melainkan fondasi bagi kemajuan berbagai aspek kehidupan. Mulai dari aktivitas rumah tangga, pembelajaran anak-anak, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tanpa listrik, akses terhadap teknologi, informasi, dan produktivitas ekonomi menjadi terbatas.
Menyadari hal ini, PLN dan Pemkab Tabanan terus memperluas jangkauan program LUTD. Pada pelaksanaan terbaru di Desa Tajen, Kecamatan Penebel, empat keluarga prasejahtera menerima bantuan sambungan listrik gratis. Salah satu penerimanya, Gusti Made Adi Suartana dari Banjar Dinas Cepik, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Selama ini kami kesulitan karena belum teraliri listrik. Anak-anak belajar pakai lampu minyak, usaha kecil kami juga terbatas. Sekarang, dengan adanya listrik, semuanya akan lebih mudah,” ujarnya.

Baca Juga: E-Commerce untuk Narapidana Inovasi KKN yang Mengubah Lapas Tabanan
Sejak diluncurkan pada 2024, program ini telah menyambungkan lebih dari 20 titik listrik di berbagai desa di Tabanan, termasuk Desa Belimbing, Desa Marga, dan kini Desa Tajen. Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, yang mewakili Bupati Tabanan dalam acara penyerahan bantuan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN.
“Program ini bukan sekadar memberikan sambungan listrik gratis, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan listrik, anak-anak bisa belajar lebih baik, UMKM bisa berkembang, dan kehidupan keluarga menjadi lebih nyaman,” tegas Dirga.
Kolaborasi Pemerintah dan PLN untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Program LUTD secara khusus menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang tinggal di rumah tidak layak huni. Wayan Murtika, perwakilan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tabanan, menjelaskan bahwa sejak 2024 hingga April 2025, 19 kepala keluarga di Desa Belimbing telah menerima manfaat dari program ini.
“Kali ini, kami membantu empat keluarga di Desa Tajen. Harapannya, kehadiran listrik ini bisa mendorong perekonomian warga dan meningkatkan kualitas hidup,” jelas Murtika.
Sementara itu, Putu Kariana, perwakilan General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, mengungkapkan kebanggaannya atas sinergi yang kuat dengan Pemkab Tabanan.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemkab Tabanan. Dengan kolaborasi ini, kami bisa terus memperluas akses listrik bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Masa Depan Cerah dengan Akses Listrik yang Merata
Keberhasilan program LUTD di Tabanan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. PLN berkomitmen untuk terus memperluas program serupa ke daerah-daerah lain di Bali, sementara Pemkab Tabanan siap mendukung penuh inisiatif ini.
“Kami berharap sinergi ini tidak hanya berhenti di sektor kelistrikan, tetapi juga merambah ke sektor lain yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” tutup Dirga.
Dengan adanya program “Light Up The Dream”, harapan baru tercipta bagi keluarga prasejahtera di Tabanan. Listrik bukan lagi sekadar penerang rumah, melainkan penerang masa depan yang lebih cerah.







