NEWS SINGASANA – Ogoh-ogoh Sekaa Teruna berhasil lolos nominasi dalam ajang Festival Singasana III setelah panitia menetapkan 39 karya terbaik dari berbagai banjar dan desa. Seleksi ketat ini mendorong para peserta menampilkan kreativitas, ketelitian detail, serta kekuatan pesan budaya dalam setiap karya yang mereka usung.

Panitia Festival Singasana III melakukan penilaian secara langsung dengan mempertimbangkan unsur artistik, kekompakan tim, serta kesesuaian tema. Tim juri mengamati bentuk, karakter, pewarnaan, hingga konstruksi ogoh-ogoh sebelum menetapkan daftar nominasi. Proses ini memastikan setiap karya yang masuk nominasi benar-benar memenuhi standar festival.
Baca Juga : Jelang Lebaran, Satpol PP Jembrana Data Penduduk Nonpermanen
Festival Singasana III menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda Bali, khususnya anggota sekaa teruna, untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menjaga tradisi sekaligus berinovasi. Ajang ini tidak hanya menguatkan nilai budaya, tetapi juga membangun solidaritas antarkelompok pemuda di berbagai wilayah.
Para peserta mempersiapkan ogoh-ogoh selama berbulan-bulan. Mereka merancang konsep, mengumpulkan bahan, membentuk rangka, hingga menyelesaikan detail akhir dengan penuh semangat gotong royong. Setiap kelompok menghadirkan karakter unik yang menggambarkan kisah mitologi, kritik sosial, maupun simbol perlawanan terhadap sifat negatif manusia.
Melalui Festival Singasana III, panitia mendorong masyarakat untuk terus melestarikan tradisi pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi. Kehadiran 39 nominasi ini menunjukkan antusiasme tinggi generasi muda dalam menjaga warisan budaya Bali.
Ogoh-ogoh Sekaa Teruna yang lolos nominasi kini bersiap memasuki tahap penilaian berikutnya. Para peserta optimistis mampu memberikan penampilan terbaik saat festival berlangsung dan berharap karya mereka dapat menginspirasi masyarakat untuk terus mencintai seni dan budaya daerah.








