, ,

Ground Zero Bali Diterangi Ribuan Lilin untuk 202 Korban Bom Bali

by -1075 Views

NEWS SINGASANA– Tiga belas Oktober 2025 menjadi momen penuh haru dan refleksi bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Bali. Di Monumen Tragedi Kemanusiaan Ground Zero, Kuta, ratusan warga lokal, tokoh lintas agama, dan wisatawan mancanegara berkumpul dalam suasana hening untuk memperingati 23 tahun Tragedi Bom Bali, peristiwa kelam yang mengguncang dunia dan meninggalkan luka mendalam di hati banyak orang.

Upacara yang digelar pada Minggu (12/10/2025) malam itu berlangsung penuh khidmat. Cahaya lilin yang berkelap-kelip menerangi Monumen Kemanusiaan seolah menjadi simbol harapan dan perdamaian. Satu per satu peserta upacara menundukkan kepala, mendoakan arwah 202 korban jiwa yang gugur dalam ledakan dahsyat di Legian, Kuta, pada 12 Oktober 2002 silam.

Doa Lintas Agama dan Seruan Damai

Peringatan tahun ini mengangkat tema “Dari Bali untuk Dunia: Menyalakan Cahaya Perdamaian”. Para pemuka agama dari Hindu, Islam, Kristen, Buddha, dan Konghucu memimpin doa bersama, menandai semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama menjadi napas masyarakat Bali.

I Nyoman Sutama, tokoh adat Kuta, mengatakan bahwa setiap tahun peringatan ini bukan sekadar mengenang duka, tetapi juga memperkuat pesan bahwa kekerasan tidak akan pernah mengalahkan kemanusiaan.

“Kami ingin dunia tahu, Bali tidak melupakan, tetapi Bali memilih untuk memaafkan dan melanjutkan hidup dengan cinta,” ujarnya.

Perwakilan keluarga korban, Ni Made Ayu Saraswati, yang kehilangan saudaranya dalam tragedi tersebut, menuturkan bahwa setiap kali upacara ini digelar, ia selalu merasakan campuran antara kesedihan dan keteguhan.

Wisatawan dan Korban Selamat Hadir

Tidak hanya masyarakat Bali, peringatan ini juga dihadiri oleh wisatawan asing dari Australia, Inggris, Jepang, dan beberapa negara lain. Bagi mereka, Bom Bali adalah tragedi global yang menyentuh hati banyak bangsa.

Salah satu korban selamat asal Australia, David Thompson, kembali datang ke Bali untuk ketujuh kalinya sejak tragedi itu. Ia mengaku selalu menemukan kedamaian setiap kali menghadiri upacara tahunan ini.

23 Tahun Tragedi Bom Bali, Doa Damai Menggema di Ground Zero Kuta - Bali Bercerita

Baca Juga: Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Tabanan

“Bali memberi saya luka, tapi juga memberi saya penyembuhan. Orang-orang di sini luar biasa — mereka tidak menyimpan dendam, melainkan menyebarkan kasih,” ungkapnya.

Monumen yang Jadi Saksi

Monumen Tragedi Kemanusiaan atau yang dikenal juga sebagai Ground Zero Memorial, berdiri megah di Jalan Legian, Kuta, tepat di lokasi utama ledakan pertama. Di dindingnya terukir nama-nama korban dari 22 negara.

Malam itu, monumen tersebut berubah menjadi lautan cahaya. Ratusan lilin menyala di bawah langit malam Bali yang cerah. Bunga-bunga diletakkan di depan nama-nama korban, diiringi lantunan musik lembut gamelan dan doa dalam berbagai bahasa.

Gubernur Bali dalam sambutannya menyampaikan bahwa tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh bangsa tentang pentingnya menjaga harmoni dan menolak segala bentuk radikalisme.

“Tragedi Bom Bali adalah luka sejarah, tapi dari luka itu lahir kekuatan besar untuk menjaga perdamaian. Semoga dari Bali, cahaya kasih ini menjalar ke seluruh dunia,” ujarnya.

Otoritas Australia dan sejumlah perwakilan kedutaan besar turut hadir memberikan penghormatan. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi global dalam memberantas terorisme dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan lintas bangsa.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.