, ,

Maybank Marathon 2025 Gerakkan Ekonomi Bali Perputaran Dana

by -1553 Views

NEWS SINGASANA– Pagi itu, udara Gianyar terasa berbeda. Ribuan langkah kaki berpacu di bawah langit tropis Pulau Dewata. Dari berbagai negara, para pelari berkumpul untuk satu tujuan: menaklukkan lintasan Maybank Marathon 2025, ajang lari berkelas dunia yang kini bukan hanya simbol sportivitas, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan pariwisata Bali.

Ajang Bergengsi Dunia di Tanah Bali

Sebagai Elite Label Road Race dari World Athletics, Maybank Marathon kembali membuktikan reputasinya di kancah internasional. Tahun ini, tercatat 13.600 pelari ambil bagian—naik dari 12.700 peserta pada 2024. Lonjakan itu menjadi bukti bahwa magnet Maybank Marathon kian kuat di mata komunitas pelari dunia, sekaligus memperkokoh posisi Bali sebagai destinasi sport tourism unggulan di Asia.

Dari lintasan berliku di sepanjang Gianyar hingga sambutan hangat masyarakat lokal, atmosfer kompetisi berpadu dengan kekayaan budaya Bali yang memikat. Para pelari tak hanya mengejar waktu terbaik, tapi juga pengalaman berlari di surga tropis dengan panorama sawah, pura, dan pantai yang memanjakan mata.

Dampak Ekonomi Melesat: Rp225,5 Miliar Berputar di Bali

Tak berhenti di arena lomba, Maybank Marathon juga membawa berkah nyata bagi perekonomian Bali. Berdasarkan studi Katadata Insight Center, ajang tahun ini menghasilkan dampak ekonomi langsung senilai Rp170,8 miliar, naik tajam dari Rp125 miliar pada 2024.

Jika dihitung efek bergandanya (multiplier effect), nilai totalnya bahkan mencapai Rp225,5 miliar — meningkat hampir Rp61,5 miliar dari tahun sebelumnya.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan belanja rata-rata peserta dari Rp9,8 juta menjadi Rp12,5 juta per orang, yang mencakup akomodasi, kuliner, transportasi, suvenir, dan wisata. Rinciannya pun menarik:

Maybank Marathon 2025 Ciptakan Efek Berantai bagi Perekonomian Bali - Nasional Katadata.co.id

Baca Juga: Made’s Warung Seminyak, Dari Warung Pinggir Jalan Jadi Ikon Kuliner Dunia

  • Akomodasi: Rp3,8 juta

  • Makanan & minuman: Rp2,3 juta

  • Transportasi darat: Rp1,8 juta

  • Suvenir: Rp1,1 juta

  • Aktivitas wisata: Rp3,4 juta

“Jika menghitung kerabat atau pendamping peserta yang ikut berkunjung, dampak ekonominya akan jauh lebih besar,” ujar Steffano Ridwan, Presiden Direktur Maybank Indonesia. “Kami bersyukur event ini mampu mendorong perputaran dana yang signifikan di Bali.”

Usaha Lokal Ikut Panen Berkah

Selama ajang berlangsung, denyut ekonomi lokal meningkat pesat. Data survei mencatat, omzet harian pelaku usaha Bali naik rata-rata 56%, sementara jumlah pelanggan harian melonjak hingga 43%. Dari penginapan hingga warung makan, dari penyedia transportasi hingga penjual kerajinan, semua ikut merasakan “lari”-nya ekonomi Bali.

Bukan hanya jumlah peserta yang naik, durasi kunjungan mereka juga semakin panjang—rata-rata 5 hingga 6 hari, naik dari 3–4 hari tahun lalu. Mayoritas pelari datang tidak sendirian:

  • 60,9% bersama komunitas atau rekan,

  • 27,2% bersama pasangan,

  • 15,2% bersama keluarga,

  • dan 12% berangkat seorang diri.

Artinya, Maybank Marathon telah bertransformasi menjadi pengalaman kolektif yang menyatukan olahraga, wisata, dan kebersamaan.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.