, ,

Ombudsman Bali Temukan Kekurangan Sarpras di Sekolah Rakyat 17 Tabanan

by -883 Views

NEWS SINGASANA– Dalam upaya memastikan pelayanan publik di bidang pendidikan berjalan optimal, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti, melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan pada Selasa, 21 Oktober 2025. Kunjungan tersebut membuka fakta bahwa sekolah yang menampung puluhan siswa dari berbagai daerah di Bali itu masih kekurangan sejumlah sarana dan prasarana penting.

“Hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi, seperti laboratorium IPA, laboratorium TIK, ruang bimbingan konseling, serta peralatan olahraga,” ujar Sri Widhiyanti saat ditemui usai kunjungan.

Meski demikian, ia mengapresiasi semangat dan komitmen para guru serta siswa yang tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam kegiatan belajar mengajar di tengah keterbatasan yang ada.

Siswa dari Empat Daerah, Tinggal di Asrama Sekolah

SRMP 17 Tabanan saat ini menjadi rumah belajar bagi 75 siswa yang datang dari berbagai kabupaten di Bali, antara lain Tabanan, Badung, Buleleng, dan Kota Denpasar.
Sekolah ini memiliki tiga rombongan belajar, dengan 13 guru dan 16 tenaga kependidikan yang berdedikasi penuh membimbing para siswa.

Menariknya, seluruh siswa tinggal di asrama sekolah, sebuah sistem pendidikan semi-boarding yang dirancang untuk membentuk kedisiplinan dan kemandirian.
Fasilitas ruang belajar dinilai cukup memadai, namun masih jauh dari kata ideal jika dibandingkan dengan sekolah reguler lainnya.

Dalam aspek inklusivitas, SRMP 17 juga menjadi tempat belajar bagi dua siswa difabel yang memiliki down syndrome dan gangguan kecemasan tinggi. Selain itu, 10 siswa lainnya masih kesulitan membaca, sehingga guru menggunakan waktu luang di luar jam pelajaran untuk memberikan bimbingan tambahan secara sukarela.

Minim Sarana, Sekolah Andalkan Bantuan Pemerintah

Tinjau Sekolah Rakyat 17 Tabanan, Ombudsman Ungkap Sarpras yang Kurang | IDN Times Bali

Baca Juga: TPA Mandung Akan Diperluas Dewan Tabanan Ingatkan Risiko Overload Kembali

Kepala Tata Usaha SRMP 17 Tabanan, I Wayan Budi Artawan, menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas penting seperti laboratorium sains dan teknologi sudah diajukan ke pemerintah pusat untuk pengadaan sebagian besar meja dan kursi yang digunakan merupakan bantuan dari Kementerian PUPR.

“Untuk sementara, sekolah hanya diperbolehkan membeli kebutuhan habis pakai seperti alat tulis kantor,” ujar Budi Artawan.

Kondisi ini menandakan masih adanya keterbatasan dalam sistem pembiayaan sekolah rakyat, yang seharusnya menjadi bagian dari upaya pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi terbatas.

Disiplin Tinggi, Gawai Dibatasi dan Outing Jadi Terapi Rindu

Meski berada jauh dari keluarga, semangat para siswa tetap tinggi.
Sekolah berupaya menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, futsal, dan tari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang ekspresi dan terapi psikologis bagi siswa yang kerap merasa jenuh tinggal di asrama.

Guru Bimbingan Konseling (BK) memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan mental siswa Untuk mengurangi kejenuhan, pihak sekolah secara rutin mengadakan kegiatan outing class ke tempat wisata edukatif dan kawasan konservasi penyu di sekitar Bali.

Dalam hal kedisiplinan, SRMP 17 menerapkan aturan ketat terkait penggunaan gawai.
Siswa hanya diperbolehkan mengakses ponsel pada pukul 16.00–21.00 WITA, dengan pengawasan guru.
Setiap siswa yang ingin keluar lingkungan sekolah wajib membawa surat izin resmi, dan orangtua diberikan jadwal kunjungan setiap akhir pekan.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.