NEWS SINGASANA– Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir dan sektor pariwisata di Pulau Dewata. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembangunan proyek breakwater dan revitalisasi garis pantai Kuta–Legian–Seminyak.
Dalam kunjungannya, Menko AHY menegaskan bahwa proyek sepanjang 5,3 kilometer ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga simbol dari komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan kelestarian alam.
“Ini adalah bagian dari pembangunan infrastruktur untuk melestarikan alam — bukan hanya melindungi alam dan lingkungan kita agar tidak terus tergerus oleh ombak laut, yang juga bisa mengancam masyarakat di sepanjang pantai,” ujar AHY di sela-sela kunjungan lapangan.
Melawan Abrasi yang Menggerus Kuta
Kawasan pesisir Kuta–Legian dikenal sebagai jantung pariwisata Bali, tetapi selama beberapa dekade terakhir, abrasi menjadi ancaman serius. Garis pantai yang dulu menjadi ikon keindahan Bali kini telah mundur hingga 15–20 meter akibat terjangan ombak dan perubahan pola arus laut sejak era 1980-an.
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah melaksanakan Bali Beach Conservation Project Phase II, yang mencakup pembangunan lima unit breakwater — struktur pemecah gelombang di laut lepas yang berfungsi menahan daya rusak ombak terhadap garis pantai. Setiap unit breakwater memiliki panjang sekitar 110 meter, ditempatkan secara strategis berdasarkan studi kelayakan dan riset hidrodinamika pantai.
Tak hanya itu, akan dilakukan pula pengisian pasir (sand nourishment), yakni menambah material pasir di pantai untuk mengembalikan bentuk dan fungsi alaminya. Pasir tersebut diambil dari kawasan Jimbaran, karena memiliki tekstur dan warna serupa dengan pasir asli Pantai Kuta.
“Pendekatan ini sangat hati-hati dan berbasis riset. Kita ingin memastikan keseimbangan antara efektivitas teknis dan keaslian alam Bali tetap terjaga,” kata AHY.

Baca Juga: DPRD Tabanan Hentikan Proyek Perumahan dan Pabrik Mikol Tak Berizin
Proyek Strategis dengan Pendanaan JICA
Proyek yang bernilai sekitar Rp260 miliar ini didukung oleh pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan dilaksanakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor utama. Saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 18 persen, dengan target penyelesaian pada akhir 2026.
Pembangunan breakwater diharapkan mampu menahan abrasi sekaligus menciptakan kondisi perairan yang lebih tenang, sehingga aktivitas wisata seperti berenang, berselancar, dan kegiatan pantai lainnya menjadi lebih aman dan nyaman.
Sinergi Pusat dan Daerah: Bali Harus Terjaga
Dalam kesempatan itu, Menko AHY juga menegaskan bahwa proyek ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah pusat akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau wilayah lain di Bali yang juga menghadapi ancaman serupa.
Menko AHY menambahkan, kawasan pesisir Bali merupakan salah satu warisan alam dan budaya paling berharga di Indonesia. Oleh karena itu, setiap upaya pembangunan di Bali harus mengedepankan prinsip sustainable development — pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berpihak pada masyarakat lokal.







