, ,

Korban Meninggal Banjir Bali Bertambah Jadi 16 Orang Pencarian Masih Berlangsung

by -1161 Views

NEWS SINGASANA– Bencana banjir besar yang melanda Bali sejak awal pekan ini terus menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang, setelah satu dari dua korban hilang berhasil ditemukan pada. Sementara itu, satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa seluruh jenazah korban yang telah ditemukan sudah dievakuasi oleh tim gabungan. “Satu korban masih dilaporkan hilang, proses pencarian tetap dilanjutkan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9) malam.

Rincian Korban dan Lokasi Terdampak

BNPB merinci, korban meninggal tersebar di beberapa wilayah, yaitu:

  • Kota Denpasar: 10 orang

  • Kabupaten Gianyar: 3 orang

  • Kabupaten Jembrana: 2 orang

  • Kabupaten Badung: 1 orang

Selain itu, banjir juga memaksa 562 warga mengungsi ke sejumlah titik pengungsian sementara. Para penyintas menempati fasilitas umum seperti sekolah, balai desa, mushola, dan banjar setempat.

120 Titik Banjir dan 18 Titik Longsor

Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi Bali mencatat ada lebih dari 120 titik banjir di seluruh provinsi. Denpasar menjadi wilayah paling terdampak dengan 81 titik banjir, disusul Gianyar 14 titik, Badung 12 titik, Tabanan 8 titik, Karangasem dan Jembrana masing-masing 4 titik, serta Klungkung di Kecamatan Dawan.

Tak hanya banjir, tanah longsor juga dilaporkan di 18 titik, terutama di Karangasem (12 titik), Gianyar (5 titik), dan Badung (1 titik). Kondisi ini membuat akses transportasi terganggu dan memperlambat proses evakuasi.

125 Personel Dikerahkan

Untuk mencari korban hilang, sedikitnya 125 personel gabungan diterjunkan ke sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan masyarakat.

Selain pencarian korban, tim juga fokus melakukan pembersihan material banjir, penyedotan genangan air, serta normalisasi fasilitas publik. Salah satu titik kritis yang mendapat perhatian adalah basemen Pasar Badung, yang masih tergenang air.

“Kondisi di Bali sudah mulai normal dan terkendali, namun fokus utama kami tetap pencarian korban hilang dan percepatan pemulihan,” kata Abdul Muhari.

Penyebab: Hujan Deras dan Gelombang Rossby

Banjir Bali terparah sepanjang satu dekade, korban meninggal bertambah menjadi 16 orang - BBC News Indonesia

Baca Juga: BPBD Tabanan Siaga Puluhan Titik Banjir Ditangani Dini Hari

Bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Bali sejak Selasa (9/10) pagi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, curah hujan ekstrem tersebut diperparah oleh gangguan gelombang ekuatorial Rossby yang berlangsung lebih dari 24 jam.

Kondisi atmosfer ini membuat Bali tak mampu menampung debit air hujan, sehingga banjir meluas dan menyebabkan longsor di banyak titik.

Bantuan Logistik dan Rencana Pemulihan

Untuk membantu para penyintas, BNPB menyalurkan berbagai logistik dan peralatan darurat, antara lain:

  • 200 lembar selimut

  • 200 matras

  • 300 paket sembako

  • 50 unit tenda keluarga

  • 2 unit tenda pengungsi

  • 1 unit perahu karet bermesin

  • 3 unit pompa air

Pemerintah juga menjanjikan bantuan dana stimulan untuk rehabilitasi rumah warga yang rusak akibat bencana, baik kategori ringan, sedang, maupun berat.

Bali Mulai Pulih, Tapi Warga Masih Waspada

Meski sebagian besar wilayah kini mulai surut dan aktivitas masyarakat berangsur pulih, namun kewaspadaan tetap tinggi. Warga khawatir hujan susulan dapat memicu kembali banjir maupun longsor, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Bali dalam beberapa hari ke depan.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa pulau wisata internasional tersebut juga sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Pemerintah pusat bersama Pemprov Bali terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan, sekaligus memperkuat sistem mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.