, ,

Driver Ojol Patah Tulang Tertimpa Dahan Pohon Tumbang

by -1420 Views

NEWS SINGASANA– tiba-tiba berubah menjadi scene kepanikan dan kengerian. Dentuman keras disusul jeritan membuyarkan kesibukan biasa di depan RS Puri Bunda, Kediri. Sebuah dahan pohon perindang berukuran raksasa ambruk ke badan jalan, dan dalam sekejap, kehidupan seorang driver ojek online (ojol) bernama Putu Wisnu Santosa (48) berubah drastis.

Kronologi Insiden Beruntun

Berdasarkan penjelasan Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Gusti Made Berata, tragedi ini berawal dari sebuah truk tronton bermuatan kontainer dengan nomor polisi L 8194 UR. Truk yang dikemudikan oleh Hadroni (25), seorang warga Bangkalan, Jawa Timur, itu melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

“Saat tiba di lokasi kejadian, truk tersebut melintas terlalu mepet di sebelah kiri jalan,” jelas Gusti Berata dengan nada serius. “Ketinggian kontainer truk kemudian menghantam dahan pohon perindang yang cukup besar yang menjorok ke arah jalan.”

Dahan yang sudah tua dan mungkin lapuk itu tidak kuasa menahan benturan keras dari truk tronton. Dengan suara mengerikan, dahan seukuran batang pohon itu patah dan terjatuh, menghujam langsung ke jalur kendaraan di sebelahnya. Saat yang sangat naas itulah, Putu Wisnu Santosa yang sedang mengendarai motornya melintas di tempat dan waktu yang salah.

Korban Jadi Pihak yang Paling Dirugikan

Pemotor Tewas Terserempet Truk Tronton di Tabanan

Baca Juga: Kota Singasana 532 Tahun Saat Tabanan Tumbuh dari Kreativitas

Dalam sekejap, harapan untuk mencari rezeki pagi itu sirna bagi Putu Wisnu. Ia tidak memiliki kesempatan untuk menghindar. Dahan besar itu menimpanya dengan keras, menghancurkan rencana dan kesehariannya. Motor yang menjadi tumpuan hidupnya terpelanting, sementara tubuhnya tergeletak tak berdaya di bawah rintangan hijau yang tak diundang itu.

Bantuan bergegas datang dari orang-orang di sekitar, termasuk kemungkinan dari rumah sakit terdekat, RS Puri Bunda. Kondisinya parah. Tangan kanannya—tulang punggung bagi seorang driver ojol untuk mengendalikan setir dan mencari order—patah. Ia tidak bisa dibawa ke RS Puri Bunda yang hanya berjarak beberapa meter, tetapi harus dilarikan ke RS Wisma Prasanthi untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif. Satu lengan yang patah bukan hanya berarti rasa sakit fisik, tetapi juga ancaman bagi mata pencahariannya dan keberlangsungan hidup keluarganya untuk beberapa waktu ke depan.

Sementara sang korban berjuang antara hidup dan rasa sakit, sang sopir truk, Hadroni, tampaknya hanya mengalami shock. Truknya mungkin hanya mengalami kerusakan minor, tetapi beban moral yang ia tanggung pasti tidaklah ringan. Sebuah kesalahan kecil—melaju terlalu mepet ke kiri—telah mengakibatkan penderitaan besar bagi orang lain.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.