, ,

Desa Perean ke Hotel Bintang 5 Telur Cage-Free Tabanan Masuk Dapur Marriott Bali

by -959 Views

NEWS SINGASANADari Desa Perean ke Dapur Marriott Group Kolaborasi Strategis yang Mengangkat Ekonomi Lokal Di tengah hawa sejuk Baturiti, Tabanan, sebuah babak baru kemitraan strategis terukir. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Santhika Tabanan dan Marriott Group International memperpanjang komitmen mereka melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI), melanjutkan pekerjaan sama yang telah terjalin sejak November 2021. Namun, kali ini ada momen bersejarah pengiriman perdana telur ayam bebas kandang (Cage-Free Egg) dari peternakan rakyat Desa Perean menuju jaringan hotel Marriott di Bali.

Ini bukan sekadar pengiriman produk, melainkan bukti nyata kolaborasi yang memberdayakan petani lokal, mendorong pertanian berkelanjutan, dan memperkuat ketahanan pangan Bali.

Telur Bebas Kandang: Etika dan Kualitas yang Diakui Global

Telur yang dikirimkan bukan produk biasa. Ia berasal dari sistem peternakan ramah lingkungan, di mana ayam dibiarkan hidup bebas tanpa kurungan kandang sempit. Metode ini tidak hanya meningkatkan kualitas telur tetapi juga sejalan dengan visi kelanjutan Marriott Group, yang berkomitmen pada rantai pasok etis dan bertanggung jawab.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menyambut baik langkah ini. Menurutnya, kerja sama ini adalah strategi konkret mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata.

Ia juga berharap kesuksesan ini bisa menginspirasi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan peternakan, mewujudkan tulang punggung ekonomi daerah.

Perumda Dharma Santhika Salurkan Telur Ayam Bahagia ke Marriott Group – Kilas Bali

Baca Juga: Thijmen Goppel Resmi Jadi Pemain Termahal BRI Super League, Valuasi Rp13,2 Miliar!

Marriott Group: Komitmen pada Produk Lokal yang Berkelanjutan

Marriott Group tidak main-main dalam komitmennya. Sander Looijen, General Manager The Westin Resort Nusa Dua, mewakili Marriott Group, mengungkapkan bahwa 28 hotel Marriott di Bali membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.

“Kami ingin memastikan pasokan tersebut berasal dari sumber yang bertanggung jawab. Seluruh hotel Marriott di Bali kini berkomitmen menjadikan produk lokal sebagai prioritas,”  jelas Sander.

Bagi Marriott, kerja sama ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial untuk mendukung perekonomian lokal.

Dharma Santhika: Dari 3.000 Butir Menuju 20.000 Butir per Hari

Di sisi Dharma Santhika, LoI ini menjadi landasan untuk memperluas pasokan ke seluruh jaringan Marriott di Bali. Kompiang Gede Pasek Wedha, Direktur Utama Dharma Santhika, mengakui bahwa produksi telur bebas kandang saat ini masih terbatas, yakni 3.000 butir per hari. Namun, targetnya ambisius: meningkat menjadi 15.000–20.000 butir per hari.

Tidak hanya telur, Dharma Santhika juga memasok beras, sayuran, buah-buahan, dan hasil peternakan lainnya ke 43 hotel di seluruh Bali. Melalui kemitraan erat bersama petani dan peternak lokal, mereka terus meningkatkan kapasitas dan diversifikasi produk.

Di balik angka dan kontrak, ada cerita tentang desa yang bangkit, petani yang lebih sejahtera, dan industri pariwisata yang memberi ruang bagi produk lokal. Kolaborasi ini bukan sekedar tentang keuntungan bisnis, melainkan gerakan bersama membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dari Tabanan ke Bali, langkah ini membuktikan bahwa pertanian dan pariwisata bisa saling menguatkan. 

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.